Pihaknya berharap Tanjungpinang bisa menjadi mitra baru dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, tidak hanya di bidang pendidikan formal, tapi juga sektor pelayanan publik.
Dian Safitri menambahkan, pemerintah daerah yang menjalin kerja sama akan difasilitasi dengan pengiriman pengajar asal AS tanpa biaya.
“Bapak Walikota sangat terbuka dan antusias terhadap program ini. Kami optimistis bisa merancang berbagai bentuk kerja sama ke depan,” ungkap Dian.
Walikota Lis Darmansyah menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, program pelatihan Bahasa Inggris dan akses pendidikan ke luar negeri sangat bermanfaat bagi pelajar, guru, serta aparatur pemerintahan.
“Ini peluang besar, tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris anak-anak kita, tapi juga untuk mendukung ASN, termasuk petugas humas dan protokol dalam menjalankan tugas,” ujar Lis.
Lis juga mengapresiasi inklusivitas program yang turut menyasar madrasah dan pesantren, tidak hanya sekolah umum.
“Kita akan segera koordinasikan dengan Dinas Pendidikan agar program ini menjangkau seluruh sekolah di Tanjungpinang,” tegasnya.

