Lis juga mengungkapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang sedang menyiapkan sistem digital yang mengintegrasikan Posyandu dengan puskesmas.
Melalui sistem tersebut, riwayat pelayanan masyarakat dapat dipantau sehingga berbagai persoalan kesehatan maupun sosial bisa dideteksi lebih dini.
Selain penguatan data, Lis meminta pola pelayanan Posyandu lebih proaktif. Tenaga kesehatan bersama kader diharapkan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke Posyandu, tetapi juga aktif mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan.
“Kalau masyarakat belum datang karena berbagai alasan, kita yang harus jemput bola,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan Posyandu harus memiliki indikator yang jelas dan terukur, mulai dari kualitas pelayanan, keaktifan kader, hingga tindak lanjut terhadap setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan transformasi Posyandu telah mengubah konsep pelayanan menjadi berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia.

