Menurut Teguh, sedimen berupa tanah bercampur lumpur paling banyak diangkat dari saluran drainase di sekitar Bintan Center.

Baca Juga: Pusat Pemulihan Aset Kejagung RI Serahkan Hibah Barang Sitaan Ke Unhas Untuk Kebutuhan Pendidikan

Dalam satu hari, pekerja kegiatan Padat Karya berhasil mengangkat sekitar 6 lori sedimen tanah bercampur lumpur di lokasi tersebut.

Teguh Susanto melanjutkan, kegiatan Padat Karya yang dilaksanakan dalam bentuk pembersihan saluran drainase secara manual itu telah mengurangi potensi terjadinya banjir di beberapa ruas jalan dan wilayah.

Baca Juga: Pdt Roby Leong Berikan Pesan Natal Untuk Menjaga Kerukunan Antar Sesama Manusia

“Selain ingin memberikan dampak ekonomi pada warga pra sejahtera yang tergabung dalam beberapa kelompok swadaya masyarakat,” ucap Teguh,

Penjabat Wali Kota juga ingin pembersihan saluran drainase dilasanakan secara menyeluruh. Artinya, kegiatan Padat Karya dapat menjangkau kawasan yang lebih luas, termasuk parit-parit kecil di sekitar pemukiman warga.

Baca Juga: Perdana 1.402 Orang Satlinmas Dibekali Pelatihan Jelang Pemilu 2024 Untuk Bertugas Pada Setiap TPS Di Tanjungpinang

Banyak ditemukan parit atau saluran drainase yang sama sekali tidak berfungsi karena tertutup sampah. Kegiatan padat karya masih terus berlanjut.

“Atas instruksi penjabat wali kota, setiap akhir pekan seluruh ASN juga ikut melaksanakan gotong royong sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan,” jelasnya.