HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mulai menata sejumlah ruas jalan menuju arena utama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Penataan dilakukan melalui kegiatan gotong royong massal melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dari 20 organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat pada Rabu (1/7/2026).
Adapun ruas jalan yang menjadi sasaran pembersihan meliputi Jalan Batu Hitam, Jalan Usman Harun, Jalan H. Agus Salim, Jalan Hang Tuah hingga Simpang Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).
Dalam kegiatan tersebut, rumput liar di bahu jalan dipangkas, sampah di sepanjang jalan dan drainase dibersihkan, kemudian diangkut menggunakan truk sampah.
Penataan difokuskan pada jalur menuju kawasan Gurindam 12 yang menjadi arena utama MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli 2026.
Jalur tersebut merupakan akses utama yang akan dilalui para kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdako Tanjungpinang, Muhammad Syukri, mengatakan gotong royong massal ini merupakan bagian dari kesiapan Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ XII Kepri.
“Selain untuk menyambut MTQ, gotong royong ini juga menjadi bagian dari kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap Sabtu,” ujar Syukri.
Ia menjelaskan, kegiatan gotong royong rutin biasanya melibatkan empat OPD secara bergiliran untuk membersihkan sejumlah kawasan di empat kecamatan.
Namun, menjelang pelaksanaan MTQ, seluruh OPD bersama aparatur kecamatan dan kelurahan diterjunkan secara serentak agar penataan kawasan dapat diselesaikan lebih cepat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar jalur akan dilalui para kafilah maupun tamu dari berbagai daerah terlihat bersih, rapi, dan nyaman.
Syukri juga menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan gotong royong memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan kota.
“Kami berharap semangat gotong royong ini terus terjaga, tidak hanya menjelang MTQ, tetapi juga menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.

