Ia menambahkan, Pemko Tanjungpinang terus membangun sistem perlindungan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan melibatkan keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi.

Meski banyak kemajuan, Raja Ariza juga menyadari masih ada kekurangan yang harus terus dibenahi.

“Tapi komitmen kami tidak berubah, menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang ramah dan aman bagi anak-anak,” tutupnya.

Kegiatan verifikasi lapangan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara tim verifikator pusat dan Gugus Tugas KLA Kota Tanjungpinang,

Hal ini bagian dari penyempurnaan penilaian KLA untuk memastikan seluruh indikator yang ditetapkan dapat tercapai secara optimal.