“Keberagaman budaya yang ditampilkan merupakan kekuatan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” terang Lis.
Ia juga menyebutkan, kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Pawai budaya diharapkan menjadi daya tarik yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM.
“Walaupun kita tahu kondisi ekonomi masih belum stabil, tetapi setidaknya dengan pawai budaya bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar dalam menyaksikan iring-iringan kendaraan hias yang melintasi panggung kehormatan.
Bahkan, meskipun kegiatan berlangsung di tengah guyuran hujan, warga tetap bertahan untuk menyaksikan berbagai penampilan yang disuguhkan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari para atlet cabang olahraga (cabor) dayung.
Mereka menghadirkan kendaraan hias dengan simbol sampan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan meraih medali emas, perak hingga perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026.
Pawai budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang, sekaligus momentum memperkuat keberagaman budaya dan kebersamaan masyarakat.

