HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar pawai budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang Tahun 2026, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Sirih, Tepi Laut Tanjungpinang tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kekayaan budaya, pakaian adat serta kendaraan hias dari berbagai peserta.
Pawai budaya kali ini dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni kelompok peserta berpakaian adat dan kelompok kendaraan hias.
Untuk kelompok pakaian adat, barisan kehormatan mengambil rute Jalan Merdeka, disusul barisan sekolah tingkat SMP, paguyuban dan sanggar budaya yang melintasi kawasan depan Polsek Kota hingga sepanjang Jalan Ketapang. Sementara barisan kecamatan melintasi Jalan Tengku Umar.
Adapun kendaraan hias memulai perjalanan dari Terminal Sei Carang, tepatnya di depan Gedung Tengku Mandak, kemudian melintasi Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ir. Sutami, Jalan Raja Ali Haji, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Sukarno Hatta, Jalan Yos Sudarso kawasan Batu Hitam, depan Koarmada I hingga Jalan Gurindam 12.
Rombongan selanjutnya melewati titik pemeriksaan di depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri sebelum berakhir di panggung kehormatan kawasan Pelataran Tugu Sirih.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan pawai budaya bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan menjadi sarana untuk merawat warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada generasi muda.
Menurutnya, keberagaman budaya yang ditampilkan merupakan kekuatan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Keberagaman budaya yang ditampilkan merupakan kekuatan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” terang Lis.
Ia juga menyebutkan, kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Pawai budaya diharapkan menjadi daya tarik yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM.
“Walaupun kita tahu kondisi ekonomi masih belum stabil, tetapi setidaknya dengan pawai budaya bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar dalam menyaksikan iring-iringan kendaraan hias yang melintasi panggung kehormatan.
Bahkan, meskipun kegiatan berlangsung di tengah guyuran hujan, warga tetap bertahan untuk menyaksikan berbagai penampilan yang disuguhkan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari para atlet cabang olahraga (cabor) dayung.
Mereka menghadirkan kendaraan hias dengan simbol sampan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan meraih medali emas, perak hingga perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026.
Pawai budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang, sekaligus momentum memperkuat keberagaman budaya dan kebersamaan masyarakat.

