“Ini adalah satu pekerjaan bersama yang mana semua bisa terkomunikasi dengan baik sehingga kita juga memberikan menyampaikan juga layanan-layanan call center yang diberikan kepada masing-masing instansi terkait tadi, contoh Damkar ada 112, ada Basarnas, ada BMKG, ada kepolisian, ada TNI juga,” tambahnya.

Kapolresta Tanjungpinang juga menegaskan beberapa titik rawan banjir dan bencana lain telah teridentifikasi, di antaranya kawasan Senggarang, Kampung Bugis, dan Batu 9.

“Kalau yang selama ini yang ada di kita itu kan kecenderungan di daerah Senggarang itu yang paling sering. Kemudian wilayah Kampung Bugis karena itu daerah pesisir. Kemudian kalau di wilayah kota itu di Batu 9 yang rendah sehingga itu sering banjir,” pungkasnya.