Harian Memo Kepri | Bintan — Sektor Pertanian terus bergerak demi memenuhi kebutuhan pangan 267 penduduk Indonesia, meskipun pada saat ini Indonesia sedang berjuang melawan Covid 19, hal ini dibuktikan aktivitas para petani di seluruh pelosok negeri, seperti yang dilakukan petani di Kampung Parit Bugis Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan terus beraktivitas menebar benih ikan nila merah pada teknologi mina padi kolam dalam atau yang disebut Minakodal, Selasa (07/20).

Mengutip pernyataan dari Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo ( SYL ) bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh di tunda apalagi terhenti, begitu pula dengan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani yang di dampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah pandemic Covid 19.


Kepala BPTP Balitbangtan Kepri Dr, Ir, Sugeng Widodo MP melalui Sambungan Via Telepon seluler Mengatakan, Teknologi Minakodal yang di terapkan adalah penggunaan Vub Padi Inpara 8, Tanam Jajar Legowo 2 : 1 sehingga semua tanaman optimal mendapatkan sinar matahari, penumpukan kimia 1/2 rekomendasi lahan sawah, dan penggunaan pupuk organik, takaran 2,50 – 3,0 t/ha, serta penambahan dolomit 1 ton/Ha.

Penebaran Benih Ikan Nila merah itu dilakukan di atas lahan Jefri anggota kelompok tani hidup bersama yang sudah di laksanakan pada hari selasa tanggal 07 Maret 2020, yang mana kegiatan tersebut dihadiri oleh Penyuluh BPTP Balitbangtan Kepri R, Catur Prasetyo SP, S, ST dan Luthfi Humaidi M, Sc, Minakodal merupakan terobosan baru usaha pertanian yang sedang di terapkan oleh BPTP Kepri di desa yang ada di Kabupaten Bintan dengan luas lahan padi yang sangat terbatas.

“Minakodal merupakan salah satu sistem budidaya ikan di sawah memiliki banyak keuntungan baik dari segi pakan dan pupuk, ikan dapat banyak mencari pakan alami atau hama di sawah sehingga mampu menekan biaya pakan, kemudian kotoran ikan juga bisa di jadikan pupuk alami untuk kesuburan padi dan tanah,” terang Sugeng.

Penulis | Indrapriyadi