HarianMemoKepri.com, Bintan – Kurangnya jadwal operasi listrik di Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan membuat masyarakat mengeluh. Pasalnya, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Mantang ingkar janji bahwa akan mengoperasikan listrik selama 24 jam, namun kenyataannya masih dioperasikan selama 14 jam. “Dari jam 17.00 sampai jam 07.00 pagi saja, kalau siang tidak ada hidup, padahal mereka sudah janji mau hidupkan listrik sampai 24 jam,” papar salah satu masyarakat mantang, Rusnadi, Kamis, (23/2017). Dia mengatakan, saat ini masyarakat mantang menggunakan mesin genset untuk membantu keperluan sehari-hari. “Kan mantang sudah kecamatan, masyarakat disini pakai genset, bagai mana roda ekonomi bisa berputar kalau operasional listrik tidak memadai, kami juga punya hak untuk hidup memiliki listrik sebagai mana masyarakat Bintan lainnya,” ucapnya. Masih kata dia, padahal mesin pembangkit listrik dari PLN di Kecamatan Mantang telah ada namun belum ada penyerahan kepada pihak PLN Rayon Mantang. “Mesinnya ada kok, alasan mereka tidak dioperasikan karena belum ada serah terima ke Rayon Mantang,” katanya. Disisi lain, Camat Mantang, Pilihan, SH mengatakan bahwa PLN harus segera mengoptimalkan listrik selama 24 jam di Kecamatan Mantang. “Ya harus sudah 24 jam, di Kecamatan Kelong saja sudah 24 jam, kan kasihan masyarakat mantan yang hanya bisa menikmati listrik sekitar 14 jam saja,” jelas Camat Mantang, Pilihan, SH. Dia mengemukakan, bahwa pihaknya sudah mengabari situasi Kecamatan mantang yang krisis listrik. “Kita sudah bilang ke PLN, juga sebagai pelayan masyarakat kita juga merasa belum bisa optimal bekerja untuk masyarakat, kalau siang hari kita cuma pakai genset, dan genset yang kita punya pun sering rusak, jadi pelayanan sering terganggu,” katanya. Dia juga mengatakan, jika PLN mengoperasikan listrik selama 24 jam, maka masyarakat mantang bisa meningkatkan perekonomiannya. “Kalau 24 jam hidup listriknya, saya yakin perputaran ekonomi akan meningkat, dan tentunya kesejahteraan nya akan lebih baik karena bisa buka usaha lain-lain,” ujarnya. (CR003/MK)