Dalam ukuran akal sehat, lanjut Gus Muwafiq, dalam keadaan tidak ada tumbuhan, seharusnya tidak ada buah yang bisa menghidupi anak-istrinya. Namun fakta tersebut dikalahkan oleh keyakinan Nabi Ibrahim atas kuasa Allah SWT.

Gus Muwafiq melanjutkan, cerita kenabian di Makkah dilanjutkan dengan sejarah nabi-nabi dari kalangan bani Israil sebelum akhirnya berpindah kembali ke Makkah dengan Nabi Muhammad.

“Ini adalah perjalanan panjang sejarah Kenabian di tanah ini,” ujarnya.

Nahdlatul Ulama merupakan kelanjutan dari sejarah tersebut. Tauhid dan ubudiyah yang dipraktikkan oleh NU merupakan ajaran dari Nabi Muhammad yang juga merupakan kelanjutan dari ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya.

Baca Juga: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman: Seorang Prajurit Tidak Pernah Akhiri Pengabdiannya

“Jadi ajaran di NU bukan ajaran yang dibuat-buat tanpa dasar. Kalau ada yang bilang begitu berarti tidak mengerti sejarah,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut Gus Muwafiq, warga NU harus bersyukur karena memasuki usia 1 Abad NU. Sepanjang usia itu, para ulama NU telah meletakkan ajaran-ajaran yang baik di masa lalu.