Syekh Jalaluddin As Suyuthi mengatakan, bahwa kelebihan Bulan Muharram terletak pada namanya yang islami dibandingkan nama bulan hijriah lainnya. Nama bulan hijriah selain Muharram merupakan nama bulan yang dipakai pada zaman jahiliah.

Baca Juga: Pasar Puan Ramah Sepi Dari Pembeli, Begini Penjelasan Walikota Tanjungpinang

Sementara Bulan Muharram pada era masyarakat jahiliah dinamakan bulan Shafar Awwal, sedangkan bulan setelah Bulan Muharram disebut bulan Shafar Tsani. Saat Islam datang Allah menyebut Shafar Awwal dengan Bulan Muharram yang dinisbahkan dengan asma Nya.

Selain itu pada Bulan Muharram terdapat puasa Sunnah tingkatannya hanya satu level di bawah puasa Ramadhan. Artinya puasa di Bulan Muharram sangat di anjurkan, puasa tersebut dilakukan pada tanggal 9,10 dan 11 Bulan Muharram. Hal ini dijelaskan Syekh Jalaluddin As Suyuthi pada Syarah hadits atas shahih Muslim, Ad Dibaj fi Syarhi Shahihi Muslim Ibnil Hajjaj.***