HARIANMEMOKEPRI.COM — Media Sosial atau Medsos saat ini sedang ramai-ramainya digunakan. Apalagi media sosial tersebut menjadi alat untuk mempertontonkan aktifitas.

Banyak para warga menggunakan media sosial sehingga berujung viral karena telah ditentukan oleh jutaan netizen. Media sosial berbagai macam sudah dimiliki oleh para warga, baik itu Facebook, Instagram, Telegram, WhatsApp, Line dan media sosial lainnya.

Nah untuk kalian pengguna media sosial berikut ini ada 5 tips ketika bermain media sosial dalam Islam di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.Sehingga memberikan kemudahan dengan mengakses informasi dari berbagai penjuru bagi pengguna media sosial tersebut.

Baca Juga: Penutupan MTQ Tingkat Kecamatan Tanjungpinang Kota, Endang Abdullah Mensupport Pendidikan Al Quran

Apalagi saat ini keberadaan media sosial tidak bisa terlepas dari segala sisi kehidupan masa kini yang bisa mengunggah sana sini di media sosial itu.

Sehingga dibutuhkan privasi agar tetap terjaga dari fitnah dan tidak bebas dari konsumsi publik. Yang jelas keberadaan media sosial sebagai pengikat tali silaturahmi perlu lebih meningkatkan esensinya agar kita semakin tidak lepas kendali dalam mengeluarkan opini.

Islam sebagai agama yang menuntun umatnya untuk selalu mengutamakan berbuat baik dalam setiap sisi kehidupan. Selain itu memiliki batasan-batasan bagi umatnya telah menggunakan media sosial secara bijak agar tidak terlalu vulgar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Buat Pusat Latihan Sepakbola di Kawasan Ibu Kota Nusantara

Islam tidak memiliki pandangan anti mainstream dengan perkembangan teknologi. Islam mendukung dengan tetap memperhatikan etika yang mengawal moral dan akhlak pada jalur yang benar.Berikut adalah beberapa etika yang harus diperhatikan dalam menggunakan jejaring sosial:

1. Jadikan Sebagai Sarana untuk Menebar Kebaikan

Informasi yang tersebar di media sosial sedikit banyak mendeskripsikan kejernihan akhlak penulisnya.

Mereka yang memiliki pandangan menyebarkan manfaat melalui tulisan dan berwawasan luas tidak akan tergesa-gesa dalam memposting berita. Ladang pahala justru akan mengalir apabila setiap hal yang kita beritakan berkhazanah Islam dan menebar faedah.

Baca Juga: Kelurahan Kampung Bugis Sabet Juara Umum MTQ Ke 17 Kecamatan Tanjungpinang Kota

Layaknya seekor lebah yang hanya akan mencari madu, jika insting kebaikan telah terparti, indra kita tidak akan tertarik untuk menciptakan hal-hal atau tulisan yang akan menimbulkan fitnah.

2.Mengingat Hisab atas Segala Perbuatan

Menyadari sepenuhnya akan adanya hisab atau perhitungan atas tiap detail yang kita perbuat dapat menjadi pengontrol utama dalam mengendalikan perbuatan.

Baca Juga: Berikut ini 6 Rukun Iman Beserta Penjelasannya, Umat Islam Harus Pahami

Akan ada hari akhir di ujung kehidupan dunia yang menjadikan manusia sadar akan keterbatasan usia yang dimilikinya.

Timbangan baik dan buruk menjadi titik penentu keberadaan manusia di akhirat surga atau neraka.

Kesadaran akan hisab ini pun semestinya kita pegang saat menggunakan media sosial karena apa pun yang kita lakukan dengan media sosial juga akan menjadi catatan amal yang dipertanggungjwabkan kelak.

Baca Juga: 7 Keutamaan Dalam Membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW, Apa saja ? Berikut Penjelasannya

3. Lakukan Kroscek Sebelum Berpendapat (Tabayun)

Apabila berita yang ditampilkan hanya untuk mencari popularitas dan like dari pembaca tanpa mengindahkan kebenaran dan fitnah yang akan ditimbulkan, hal ini bisa menjadi awal kesalahpahaman.

Fenomena “jemari berbicara”, yaitu kebiasaan untuk asal share tanpa mencari kebenaran beritanya, kerap kali terjadi.

Berita hoaks tersebar karena andil kedua ibu jari kita. Untuk itulah, mencari kebenaran berita menjadi hal wajib sebelum menyebarkannya.

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang paling baik (benar). Sesungguhnya, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia (Q.S Al-Israa’ Ayat 53).

Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Membuka Pelaksanaan MTQ ke 17 Tingkat Kecamatan Tanjungpinang Kota

4.CCTV di Kedua Bahu

Merasa selalu diawasi oleh malaikat utusan Allah di bahu kanan dan kiri semestinya menjadikan tubuh dan akal berpikir sebelum melakukan tindakan.Pengawasan 24 jam semasa detak jantung masih berdebar bukankah cukup untuk menjadi pengendali di setiap perbuatan?

Begitu pula dengan aktivitas di jejaring sosial. Like, komen, atau share kita akan disaksikan dan kelak akan dimintaipertanggungjawaban.

Baca Juga: Peringatan Isra Miraj 1444 H, Ustadz Masrurin Sampaikan Tentang Shalat

5. ‎Ruang Keikhlasan Tanpa Mengumbar Riya

Misi atau niat hanya terjadi satu arah, yaitu kejujuran hati kepada Sang Pemilik Kehidupan.

Kita tidak bisa melihat, apalagi memberikan penilaian terhadap niat seseorang. Tetapkan misi untuk memanen kelimpahan pahala-Nya tanpa beharap pujian yang melambungkan popularitas.

Hal ini akan menjadi hal yang mendasari kita untuk terus melakukan segala hal yang positif. Dengan tetap memperhatikan kelima etika dalam menggunakan media sosial ini, diharapkan persaudaraan akan terjadi walaupun hanya di dunia maya.

Baca Juga: Santri Ruhul Quran Batam Center Lakukan Ziarah Religi Makam Peringati Isra Miraj 1444 H

Tali silaturahmi tetap terjalin dan manfaat perkembangan teknologi sebagai sarana mengkaji ilmu pun dapat terwujud.

Mari jaga etika sebagai predikat muslim terpuji dalam bermedia sosial. Nah itu dia etika bermedia sosial menurut pandangan Islam dan jangan sampai kalian terjerumus kepada larangan-larangan yang sudah dilarang oleh agama Islam.***