HARIANMEMOKEPRI.COM — Doa sakinah mawaddah warahmah dalam Resepsi Pernikahan Muslim, Apa sih maksudnya? Berikut ini penjelasannya
Resepsi Pernikahan adalah salah satu perintah syariat yang di sangat di anjurkan dalam agama islam sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” [An-Nuur/24: 32].
Baca Juga: Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun Kunjungi Kawasan Ekonomi Khusus di PT BAI
Begitu juga penegasan dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan demikian, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu. Ia menuturkan: “Kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemuda yang tidak mempunyai sesuatu, lalu beliau bersabda kepada kami:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng). HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah.
Baca Juga: Kenali Gunung Rinjani yang Miliki Surga Alam Tersembunyi Cek Info Selengkapnya
Dalam sebuah Resepsi Pernikahan salah satu tujuannya selain dari perintah yang disyariatkan di atas adalah membina sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah,
Bahkan tidak asing terdengar di telinga kita saat ada Resepsi Pernikahan khususnya pada Resepsi Pernikahan orang muslim para tamu undangan memberikan ucapan doa “semoga sakinah mawaddah warahmah atau semoga samawa ya”, lalu apa sih maksud dari doa sakinah mawaddah warahmah tersebut? Yuk kita fahami bersama penjelasan singkatnya.
Ungkapan doa sakinah mawaddah warahmah adalah ungkapan doa yang di ambil dari ayat al qur’an sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa ta’ala:
Baca Juga: Pulau Pramuka Kepulauan Seribu MIliki Habitat Penyu yang Indah, Simaklah Info Selengkapnya
وَمِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَ لَكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا لِّتَسۡكُنُوۡۤا اِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُمۡ مَّوَدَّةً وَّرَحۡمَةً ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum: 21).
Dalam ayat tersebut terdapat kalimat “litaskunu” atau juga sakinah, lalu mawadah, dan rahmah. Ketiga kata tersebut sering digabung menjadi satu ungkapan sakinah mawadah warahmah.
Baca Juga: Silky Puding Lembut Miliki Rasa Manis Cek Bahan dan Cara Buatnya
Jika diartikan secara singkat ke dalam bahasa Indonesia maka sakinah artinya tenang atau tenteram, mawadah artinya cinta kasih, dan warahmah artinya rahmat.
Sehingga dengan ungkapan doa sakinah mawaddah warahmah diharapkan pasangan pengantin baru atau suami istri yang baru menikah selalu diberikan ketenangan, ketenteraman, dan juga kasih sayang dalam membina rumah tangga.
Sebenarnya ada satu doa yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits shahih yang memohonkan keberkahan baik dalam bahagia maupun sedihnya, berkah baik dalam nikmat maupun saat menghadapi musibah ketika berkeluarga.
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَ بَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
Artinya:
Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Selain doa di atas, ada juga doa yang sering dibacakan oleh para ulama atau kyai dan ustadz ustadz saat memimpin doa pada acara resepsi pernikahan orang muslim dan bahkan doanya juga tidak asing kita dengarkan.
Memang doanya tidak bersumber dari Alqur’an atau hadits yang shahih namun tidak ada salahnya kita jadikan salah satu referensi doa untuk pengantin baru agar kedua mempelai Allah anugerahi keterikatan hati sehingga rukun seperti keluarga Nabi.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ آدَمَ وَحَوَّاءَ . وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَه . وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ يُوْسُفَ وَزُلَيْخَا . وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ مُحَمَّد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَادِجَةَ الْكُبْرَى
Artinya:
Ya Allah, eratkan hubungan keduanya (rukunkan) sebagaimana engkau eratkan hubungan antara Nabi Adam dan Hawa. Eratkan hubungan keduanya sebagaimana engkau eratkan hubungan antara Nabi Ibrahim dan Sarah.
Rukunkan keduanya sebagaimana engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha. Rukunkan keduanya sebagaimana engkau rukunkan Nabi Muhammad Saw dan Khadijah al kubra.
Semoga Allah menjadikan keluarga kita penuh berkah sebagaimana kita mendoakan pengantin baru mendapat keberkahan dalam seluruh segmen kehidupan.***
(Penulis : C Ashom)

