يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng). HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah. 

Baca Juga: Kenali Gunung Rinjani yang Miliki Surga Alam Tersembunyi Cek Info Selengkapnya

Dalam sebuah Resepsi Pernikahan salah satu tujuannya selain dari perintah yang disyariatkan di atas adalah membina sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah,

Bahkan tidak asing terdengar di telinga kita saat ada Resepsi Pernikahan khususnya pada Resepsi Pernikahan orang muslim para tamu undangan memberikan ucapan doa “semoga sakinah mawaddah warahmah atau semoga samawa ya”, lalu apa sih maksud dari doa sakinah mawaddah warahmah tersebut? Yuk kita fahami bersama penjelasan singkatnya.