Jamaah tertua tahun ini adalah An. Masruchan bin Bardan (83) dari Kecamatan Bukit Bestari, sedangkan yang termuda adalah An. Rizki Kurniadi bin Juswadi (26), juga dari Bukit Bestari, berangkat menggantikan orang tuanya yang telah meninggal dunia.
Erizal menambahkan bahwa seluruh calon jamaah haji akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, mulai dari penyediaan pakaian seragam batik, tas, hingga biaya transportasi domestik menuju Embarkasi Batam.
“Pemko Tanjungpinang telah memberikan dukungan penuh. Jamaah akan dilepas secara resmi oleh Walikota pada 1 Mei 2025 pagi di Masjid Agung Al-Hikmah, sebelum diberangkatkan ke Batam,” ungkapnya.
Setibanya di Batam, jamaah akan menginap semalam di Asrama Haji. Keberangkatan ke Madinah dijadwalkan pada 2 Mei 2025 sebagai bagian dari gelombang pertama.
Di Madinah, para jamaah akan menjalankan ibadah shalat arbain selama sekitar delapan hari, kemudian melaksanakan umrah dan rangkaian ibadah haji di Mekkah. Perjalanan diperkirakan berlangsung selama 41 hari.

