Ia juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari jumlah perkara, tetapi dari meningkatnya tata kelola dan dikembalikannya kerugian negara.

Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai antikorupsi harus menjadi bagian dari budaya akademik.

“Integritas adalah pondasi utama. Kampus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menjunjung etika,” ujarnya.

Rektor juga mengajak mahasiswa untuk berani menolak segala bentuk tindakan yang berpotensi menyimpang dari nilai kejujuran dan integritas.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat. Banyak mahasiswa dan dosen aktif bertanya mengenai kasus-kasus korupsi hingga strategi pencegahannya.

Panitia Harkordia Kejati Kepri juga memberikan souvenir berupa kaos dan stiker kepada peserta yang aktif.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UMRAH, perwakilan Forkopimda Tanjungpinang, dosen, serta ratusan mahasiswa.