“Peringatan 17 Agustus bukan hanya tentang perlombaan dan kemeriahan saja, tapi lebih dari itu. Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, permainan rakyat yang digelar juga memiliki nilai edukatif. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar mengenai kebersamaan, kerja sama, sportivitas, disiplin, keberanian, dan sikap pantang menyerah.

“Menang atau kalah bukanlah hal yang utama. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, jujur, sportif, dan tetap rukun dengan teman,” katanya.

Dewi juga mengingatkan para siswa untuk mengikuti seluruh perlombaan dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas. Bagi siswa yang berhasil meraih juara, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri.

Sementara bagi yang belum berhasil, diharapkan tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkembang.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Sebagai pelajar, tugas kita adalah belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, memiliki karakter yang baik, serta menjadi generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, dan bangsa Indonesia,” tuturnya.