HARIANMEMOKEPRI.COM – Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang yang tergabung dalam Kelompok KKN 61 Tanjung Banun melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan Rempang Eco City, Kota Batam, pada 1–31 Agustus 2025.
Dengan mengusung tema Sinergi Masyarakat Kepulauan Riau, para mahasiswa menghadirkan sejumlah program, mulai dari sosialisasi anti-bullying dan “cita-citaku” di SDN 006 Galang, nonton bareng film kemerdekaan, sosialisasi merdeka finansial, bimbingan belajar Ruang Pintar REC, hingga kegiatan branding produk UMKM setempat.
Di sekolah dasar, mahasiswa mengedukasi siswa terkait dampak buruk perundungan sekaligus menanamkan motivasi meraih cita-cita sejak dini.
Sementara di tengah masyarakat, kegiatan difokuskan pada literasi keuangan keluarga serta peningkatan daya saing produk lokal.
Dosen pembimbing lapangan, Jumsurizal, menyampaikan bahwa KKN merupakan sarana penting untuk mengasah kemampuan mahasiswa sekaligus berkontribusi nyata di masyarakat.
KKN memberi pengalaman belajar langsung. Mahasiswa diharapkan mampu melihat potensi, memahami persoalan, lalu berkontribusi memberi solusi.
“Program ini juga membangun kerja sama antara kampus, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya, Rabu (26/8/2025).
Kegiatan mahasiswa ini mendapat sambutan positif dari perangkat RT/RW maupun warga setempat.
Salah seorang tokoh masyarakat menilai sosialisasi keuangan yang digelar mahasiswa sangat bermanfaat.
“Sosialisasi keuangan ini membantu masyarakat agar tidak bergantung pada utang, mampu menabung, dan bisa berinvestasi sederhana untuk masa depan,” ujarnya.
Warga juga mengapresiasi keberlanjutan program tersebut. Materi merdeka finansial membuka wawasan kami tentang cara mengatur keuangan keluarga.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar masyarakat semakin cerdas dan sejahtera,” ungkap seorang warga.
Ketua Kelompok KKN 61, Bintang Saddam Juang, menegaskan komitmen timnya untuk menghadirkan manfaat jangka panjang.
“Kami ingin kegiatan KKN tidak hanya berhenti sebagai program sementara, tapi benar-benar meninggalkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

