Dalam tausiyahnya, Ustadz Ruston Nawawi mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam menjaga amanah serta menghadapi tantangan hidup.

“Maulid bukan sekadar peringatan, tapi pengingat bahwa setiap insan harus menanamkan kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan,” pesannya.

AR, salah seorang Warga Binaan yang tergabung dalam grup hadroh, mengaku kegiatan ini memberinya semangat baru.

“Kami merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk berubah. Hadroh bukan sekadar latihan, tapi cara kami belajar sabar, kompak, dan mengenal nilai Islam lebih dalam,” ungkapnya.

Melalui peringatan Maulid Nabi, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menghadirkan pembinaan spiritual yang membentuk karakter dan memulihkan jiwa.

Dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel), Lapas Cipinang terus mendorong terciptanya pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan bermartabat