HARIANMEMOKEPRI.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Jumat (19/9/2025).
Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran pegawai dan Warga Binaan ini menjadi momentum memperkuat pembinaan kepribadian berbasis spiritual serta penguatan nilai integritas di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.
“Keteladanan Nabi bukan hanya soal ibadah, tetapi juga integritas, kejujuran, dan kepedulian. Saya berpesan kepada seluruh pegawai untuk menjaga sikap, menjaga lisan, dan menjaga ucapan. Itulah bentuk nyata dari profesionalisme dan akhlak mulia,” ujarnya.
Acara yang berlangsung di aula utama Lapas Cipinang ini diawali dengan penampilan hadroh Warga Binaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta tausiyah.
Penampilan Warga Binaan dinilai sebagai wujud nyata pembinaan, yang tidak hanya melatih keterampilan seni Islami, tetapi juga membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan kerja sama.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ruston Nawawi mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam menjaga amanah serta menghadapi tantangan hidup.
“Maulid bukan sekadar peringatan, tapi pengingat bahwa setiap insan harus menanamkan kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan,” pesannya.
AR, salah seorang Warga Binaan yang tergabung dalam grup hadroh, mengaku kegiatan ini memberinya semangat baru.
“Kami merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk berubah. Hadroh bukan sekadar latihan, tapi cara kami belajar sabar, kompak, dan mengenal nilai Islam lebih dalam,” ungkapnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menghadirkan pembinaan spiritual yang membentuk karakter dan memulihkan jiwa.
Dengan semangat PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel), Lapas Cipinang terus mendorong terciptanya pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan bermartabat

