HARIANMEMOKEPRI.COM – Semangat gotong royong terlihat dalam pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun 2026 di Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026).
Sejumlah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendal turut ambil bagian bersama personel TNI dan masyarakat dalam pengecoran jalan sepanjang 650 meter di Dukuh Baran, Desa Wonosari. Lokasi tersebut merupakan desa binaan Lapas Kendal.
Kolaborasi antara Lapas Kendal, TNI, dan masyarakat menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, mengatakan keterlibatan warga binaan dalam kegiatan TMMD merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian dan integrasi sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekaligus melatih warga binaan agar memiliki tanggung jawab sosial sebelum mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian nyata mereka kepada negara dan warga Desa Wonosari,” ujar Ary.
Di lokasi kegiatan, suasana penuh keakraban tampak terjalin saat warga binaan bekerja berdampingan dengan anggota Koramil 02/Patebon dan warga setempat.
Babinsa Koramil 02/Patebon, Koptu Khusaeni, bertindak sebagai koordinator lapangan, mengapresiasi semangat kerja para warga binaan selama proses pengecoran jalan.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran rekan-rekan dari Lapas Kendal. Mereka bekerja dengan semangat tinggi dan sangat kooperatif. Kehadiran mereka semakin memupuk semangat gotong royong di Dukuh Baran. Dengan adanya tenaga tambahan ini, pengerjaan jalan sepanjang 650 meter kami targetkan selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik,” katanya.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi dan memperlancar mobilitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen.
Melalui Program TMMD Sengkuyung III Tahun 2026, TNI bersama pemerintah dan berbagai elemen masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

