Lebih lanjut, Ary menyebut sejumlah komoditas akan digarap dalam program ini, mulai dari jagung, sayuran, buah-buahan, hingga peternakan ikan nila, kambing, dan ayam.

Tak hanya sekadar produksi pangan, kegiatan ini juga menjadi media pembinaan bagi warga binaan.

Melalui pelatihan dan praktik langsung di lapangan, mereka diharapkan memiliki keterampilan bertani dan berternak yang dapat diterapkan setelah bebas nanti.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya produktif selama di Lapas, tetapi juga siap mandiri dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Sinergi antara Lapas Kendal dan Lapas Terbuka Kendal ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan kemampuan ekonomi dan kemandirian warga binaan.