HARIANMEMOKEPRI.COM– Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal berkolaborasi dengan Lapas Terbuka Kendal dalam mengelola Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kolaborasi ini diawali dengan kegiatan kerja bhakti yang melibatkan sepuluh warga binaan Lapas Kendal pada Jumat (10/10/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kendal, Ary Nirwanto, didampingi sejumlah pejabat administrator, pejabat pengawas, serta 10 warga binaan yang telah menjalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
Ary menuturkan, kerja sama ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan di Lapas Terbuka Kendal agar lebih produktif serta mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS).
“Kami ingin menjadikan lahan SAE Lapas Terbuka Kendal sebagai pusat kegiatan pertanian dan peternakan produktif. Kolaborasi ini akan kami jalankan secara berkelanjutan agar hasilnya optimal,” ujar Ary.
Lebih lanjut, Ary menyebut sejumlah komoditas akan digarap dalam program ini, mulai dari jagung, sayuran, buah-buahan, hingga peternakan ikan nila, kambing, dan ayam.
Tak hanya sekadar produksi pangan, kegiatan ini juga menjadi media pembinaan bagi warga binaan.
Melalui pelatihan dan praktik langsung di lapangan, mereka diharapkan memiliki keterampilan bertani dan berternak yang dapat diterapkan setelah bebas nanti.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya produktif selama di Lapas, tetapi juga siap mandiri dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Sinergi antara Lapas Kendal dan Lapas Terbuka Kendal ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan kemampuan ekonomi dan kemandirian warga binaan.

