Keberpihakan NU pada petani sangat dibutuhkan dalam membangun pertanian yang inovatif, mandiri dan modern. Indonesia negara agraris yang menghasilkan banyak hasil bumi.
Tidak ada negara maju dan modern yang meninggalkan sektor pertanian. Bahkan mereka terus berinovasi dengan teknologi pertanian agar negaranya mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
Baca Juga: PAC NU Kecamatan Tanjungpinang Kota Dilantik, Rahma Harapkan Terus Berinovasi
Sebab, menjadi kebutuhan dasar bagi setiap bangsa, kebutuhan pangan juga menentukan stabilitas sosial-politik sebuah negara. NU memiliki tanggungjawab yang besar untuk bersama-sama melakukan jihad kedaulatan pangan melalui pemberdayaan petani.
Karena itu, upaya untuk melakukan regenerasi petani dengan menyiapkan SDM petani yang maju dan berkualitas, harus terus dilakukan. Hal itu juga harus diimbangi dengan menyiapkan lahan pertanian.
Menjemput abad kedua menuju kebangkitan baru, ada tiga jalan yang dapat ditempuh NU untuk memberdayakan petani.
Pertama, mengefektifkan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Lembaga ini salah satu badan otonom NU yang diamanahkan pengembangan pertanian dalam arti luas yaitu, pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan manajemen sumber daya alam, pengembangan peedesaan serta lingkungan hidup.
Sesuai dengan misinya, lembaga ini bisa melakukan beberapa hal seperti pendampingan, pemberdayaan dan advokasi petani, pengembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian, dan pengembangan jaringan kerja dalam pengembangan sistem pertanian.

