Lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat indikasi berkurangnya porsi makanan pokok dalam menu MBG.
Makanan berat yang semestinya menjadi sumber utama energi dan nutrisi perlahan tergeser oleh snack ringan.
Pergeseran ini berpotensi mengurangi asupan zat gizi penting seperti karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, tujuan mulia program MBG dikhawatirkan tidak tercapai secara optimal.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan wajar dari masyarakat. Bagaimana menu MBG yang didominasi oleh snack ringan dapat dinyatakan layak dan lolos dalam proses penilaian?
Pertanyaan ini terutama diarahkan pada peran ahli gizi yang seharusnya memastikan setiap menu memenuhi standar kebutuhan gizi anak.
Transparansi dalam proses evaluasi dan pengawasan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Program MBG sejatinya bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

