“Kegiatan nobar nantinya akan dikurasi, baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial,” ujarnya.

Yenni menambahkan, di Tanjungpinang sendiri sejumlah lokasi nobar telah dipersiapkan, termasuk oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Beberapa titik yang direncanakan antara lain kawasan Gurindam 12 dan Pulau Penyengat bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kepri serta melibatkan restoran dan hotel.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Tanjungpinang, Abdul Halim menilai kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelajar dan mahasiswa untuk ikut menghidupkan atmosfer sepak bola di daerah,” kata Abdul Halim.

Menurut Abdul, KONI Tanjungpinang juga akan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang, TVRI, RRI dan Antara dalam pelaksanaan nobar Piala Dunia 2026 dengan melibatkan pelaku UMKM.

“Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan nobar juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga,” jelasnya.