HARIANMEMOKEPRI.COM – Musai Junior FC memastikan diri sebagai juara Turnamen Sepak Bola Dusun Limbung Cup VIII setelah menundukkan PSTK Tanjung Kelit dengan skor 1-0 pada laga final berlangsung di Lapangan Serda Sabarudin, Dusun Limbung, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Lingga Utara, Minggu (28/6/2026).

Kemenangan Musai Junior FC diraih secara dramatis gol penentu kemenangan baru tercipta pada masa injury time setelah pertandingan sempat terhenti akibat kericuhan melibatkan pemain dan penonton.

Partai final tersebut menjadi penutup turnamen Dusun Limbung Cup VIII yang telah bergulir selama 37 hari sejak 18 Mei 2026.

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Lingga memadati lapangan untuk menyaksikan laga puncak sekaligus menghadiri seremoni penutupan.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten I Setda Kabupaten Lingga Gandi mewakili Bupati Lingga, Kanit Propam Polsek Daik Lingga, Camat Lingga Utara, Ketua PSSI Kabupaten Lingga, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bukit Harapan, Jupri, menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, donatur, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan turnamen hingga selesai.

“Dusun Limbung Cup bukan hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui meningkatnya aktivitas pelaku UMKM selama turnamen berlangsung,” terang Jupri.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Lingga, Gandi, mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Bukit Harapan terus menjaga eksistensi turnamen sebagai salah satu agenda olahraga tahunan di Lingga Utara.

“Selama 37 hari masyarakat disuguhkan pertandingan-pertandingan yang menarik hingga hari ini kita menyaksikan partai final antara PSTK Tanjung Kelit dan Musai Junior. Kami berharap seluruh pemain tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan,” katanya.

Usai seremoni penutupan, perhatian ribuan penonton langsung tertuju ke lapangan. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan saling menciptakan peluang. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol yang tercipta.

Ketegangan memuncak ketika pertandingan harus dihentikan sementara menyusul insiden yang memicu kericuhan di dalam lapangan.

Panitia bersama aparat kepolisian, Babinsa, official, dan manajemen kedua tim kemudian melakukan mediasi agar pertandingan dapat dilanjutkan.

Setelah melalui kesepakatan bersama, wasit memutuskan pertandingan diteruskan dengan tambahan waktu selama 10 menit.

Keputusan itu menjadi momentum bagi Musai Junior FC. Memanfaatkan peluang di masa injury time, mereka sukses mencetak gol langsung disambut gemuruh ribuan suporter.

Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Musai Junior FC keluar sebagai juara Dusun Limbung Cup VIII.

Kepala Desa Musai, M. Nazum, mengaku bangga atas perjuangan tim yang mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan meski sempat diwarnai ketegangan.

“Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, pelatih, manajemen tim, dan dukungan penuh masyarakat Musai. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi di turnamen berikutnya,” ujarnya.

Dengan berakhirnya partai final tersebut, Turnamen Dusun Limbung Cup VIII resmi ditutup.

Selain menghadirkan pertandingan yang menghibur, turnamen tahunan ini kembali menjadi ajang pemersatu masyarakat sekaligus memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor UMKM.