“Lamanya waktu perjalanan menjadi gambaran nyata tantangan geografis wilayah Kepulauan Riau, sehingga membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan koordinasi maksimal dari seluruh personel pengawalan,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi Kejari Natuna.
Selama proses pelayaran, personel Kejari Natuna bersama aparat Kepolisian melakukan pengawalan secara ketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun hambatan teknis di perjalanan laut terbuka.
Sebelum keberangkatan, seluruh tim terlebih dahulu melaksanakan briefing, pengecekan personel dan tahanan, serta koordinasi teknis bersama pihak kepolisian dan kapten kapal untuk memastikan proses pengawalan berjalan aman dan sesuai prosedur.
Kejari Natuna menyebutkan seluruh tahanan dalam kondisi lengkap dan sehat selama perjalanan, sementara situasi pengawalan berlangsung aman dan kondusif.
Kegiatan pemindahan tahanan ini merupakan bagian dari tugas Kejaksaan sebagai eksekutor putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Selain itu, hal tersebut juga menjadi bentuk komitmen Kejari Natuna dalam memastikan proses penegakan hukum tetap berjalan optimal di wilayah kepulauan terluar Indonesia.

