“Kami tidak mau melihat kesejahteraan rakyat Indonesia makin terdampak hanya karena kebijakan yang asal-asalan,” ujar Amanda, salah satu pendemo yang mengaku rela cuti demi ikut demo.

Perempuan yang bekerja sebagai konsultan tersebut mengaku “gerah” dengan kebijakan efisiensi anggaran, yang menurutnya “tak dilakukan dengan kajian menyeluruh, dan justru berdampak pada pemotongan anggaran untuk pemberian layanan” bagi masyarakat.

Sependapat, Aryo, pendemo yang bekerja di bidang riset, melihat banyak kebijakan-kebijakan yang dinilainya “tak masuk akal” yang dibuat berdasarkan “cek ombak”.

“Saya sudah marah dengan kondisi negara kita yang dijalankan secara ugal-ugalan,” seru Aryo.

Seperti demo pada beberapa hari sebelumnya, para pengunjuk rasa membawa poster-poster dengan berbagai tulisan yang mengelitik dan tak jarang mengundang tawa.

Misalnya, seorang pedemo memamerkan poster bergambar tokoh Bart Simpson dari seri film kartun ikonik “The Simpson”. Bart tampak menangis dan di bawah kartunnya tertulis “Ya Allah, Kenapa Aku WNI.”