Harian Memo Kepri | Kriminal —Rumah Abdul Basith yang berada di Perumahan Pakuan Regency, Lingga Buana X Blok G VI/1, RT 03/07, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor nampak sepi.
Pintu depan rumah yang cukup besar itu sudah dipasangi garis polisi. Terdapat pula satu unit mobil Mercy dan sepeda motor terparkir di garasi rumah tersebut.
Abdul Basith, dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) Univercity. Abdul Basith ditangkap bersama berserta lima terduga lainnya yakni SS, OS, AU, YF, dan S di wilayah Kota Tanggerang.
Dosen IPB ini menurut keterangan polisi, berperan sebagai pembuat bom molotov untuk membuat kerusuhan.
tengah menjerat salah satu penghuni komplek tersebut.
Namun ia membenarkan, jika rumah Abdul Basith ramai didatangi anggota polisi dan TNI sejak Sabtu kemarin.
“Saya kurang tahu kenapanya, cuma kemarin ada polisi sama TNI datang ke rumahnya,” kata Jaenudin kepada wartawan.
Abdul Basith menurut satpam Jaenudin, memiliki jiwa sosial dan ramah. Salah satu jiwa sosialnya yakni, hampir setiap hari, ia memberi nasi bungkus kepada petugas keamanan di perumahan tersebut.
“Jiwa sosialnya bagus, baik orangnya. Suka ngasi makan nasi bungkus ke satpam,” kata Jaenudin.
Sementara itu Kepala Biro Humas Institut Pertanian Bogor (IPB) Yatri Indah Kusumastuti melalui rilisnya mengatakan, kegiatan Abdul Basith, tidak terkait dengan kegiatan kampus.
Baginya, kegiatan itu pribadi dan bukan atas nama lembaga.
sumber | dok. | poskotanews.com









