Lebih jauh, masyarakat juga diajak membangun budaya tertib berlalu lintas dengan kesadaran sendiri, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi atau tilang dari petugas kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi ojol, komunitas motor dan personel Polda Sulbar tidak hanya menerima materi teori keselamatan berkendara, tetapi juga mengikuti praktik safety riding.

Sesi praktik dipandu instruktur terampil dari Ditlantas Polda Sulbar untuk meningkatkan kecakapan, ketangkasan dan keterampilan peserta dalam mengendarai kendaraan bermotor secara aman.

Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Sulbar berharap komunitas ojol dan komunitas motor dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.

Dengan demikian, kesadaran menjaga keselamatan di jalan raya diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama demi menekan angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Barat.