Mereka mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya,serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya.Demikian pengenalan singkat terkait GP Ansor yang disorot karena kasus penganiayaan yang mengenai anak dari salah satu anggotanya.
GP Ansor ini bukan hanya ada di dalam negeri saja namun ada juga di luar negeri,belum lama ini terbentuk Pimpinan Cabang Istimewa ( PCI) jepang. Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Gerakan Pemuda Ansor Jepang akhirnya terbentuk.
Pembentukan kepengurusan GP Ansor di Negeri Matahari Terbit itu dicapai melalui proses musyawarah yang digelar di Kandatsu,pemilihan ketua dan pengurus GP Ansor Jepang yang di laksanakan dengan tatap muka dan Daring itu juga dihadiri para kandidat ketua GP Ansor dan Ketua PCINU Jepang, Miftakhul Huda.
Ketua GP Ansor terpilih, Yuda Iswahyudi bertekad untuk mengembangkan potensi generasi muda Indonesia di Jepang sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Untuk itu, kami akan melakukan rekrutmen anggota Ansor sebanyak mungkin. Mereka-mereka kita bimbing, dan Ansor sebagai wadah bagi warga perantau,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya GP Ansor Jepang untuk menjadi wadah bagi ekspatriat Indonesia agar mereka tidak salah jalan dalam memilih organisasi di rantau. Sebab tidak jarang terjadi, warga Indonesia yang bekerja di luar negeri,atau lama tidak pulang.
“Namun begitu pulang, mereka membawa ajaran baru yang bertentangan dengan tradisi lingkungannya.Ternyata mereka sudah dicuci dengan ajaran radikal,” jelas Yuda.

