“Untuk pertama kali ini dan bersejarah bagi kami bahwa gedung GSG yang selama ini hanya dipakai untuk Ibadah hari Minggu (IHM) juga dipakai untuk sholat saudara kita,” kata Pendeta Elia.

Baca Juga: Peringatan Satu Abad NU, MWCNU Batam Kota Siap Berangkat Ke Sidoarjo

Menurutnya, simbol salib yang ada didinding tidak menjadi halangan untuk melaksanakan sholat dengan khusuk. Dari semua itu justru memperlihatkan kebersamaan dalam perbedaan tetapi tetap bisa bersatu.

Pendeta Elia menyatakan rasa syukurnya bisa memberikan bantuan kepada warga NU yang memang membutuhkan tempat untuk menginap.

“Kami bangga dan senang bisa membantu saudara-saudara kami,” tandas Elia yang juga Ketua Mupel Jawa Timur ini.

Baca Juga: Edan, Pak Gurunya Cabul. Tutup Mata Murid Lalu Keluarkan ‘Sosis’nya, Pake Bilang Gini Lagi : Ni Pegang Saja Tapi Jangan Digigit Ya

Empati datang dari Pengurus PCNU atas perhatian yang diberikan GPIB terhadap warga NU memberikan tumpangan untuk menginap di gereja membuat jurnalis NU tertarik mewawancarai Pendeta Elia.