HARIANMEMOKEPRI.COM — Lobang buntu Puting Beliung, atau lebih dikenal sebagai Liang Taung oleh warga Kecamatan Lingga Utara, konon menyimpan kisah mistis yang sampai saat ini belum terpecahkan.

Lobang yang berada tepat di lokasi pantai antara Desa Linau dan Desa Limbung itu diperkirakan berjarak sekitar 120 meter dari bibir pantai mengarah ke laut, dengan luas sekitar kurang lebih 5 meter, serta terdapat lumpur hidup di tengah lobang.

Menurut keterangan warga setempat, Hamid (47), lobang Taung itu konon menyimpan cerita mistis dari orang tua zaman dahulu.

Dahulu ada seorang warga nelayan berperahu kajang yang sedang beraktivitas di lokasi tersebut menemukan dan melihat pusaran air di atas permukaan.

Kemudian dengan rasa penasarannya, ia lantas mencoba melempar kajang dari atas perahunya.

Namun yang terjadi, kajang yang dilempar tenggelam dan menghilang dalam pusaran. Yang lebih mengejutkan dan menjadi berita heboh oleh warga ketika itu, kajang yang dilempar oleh nelayan ternyata berpindah tempat ke sungai yang terdapat di Desa Resun Kecamatan Lingga Utara.

Oleh warga setempat, khususnya Desa Linau, kisah Liang Taung bukan merupakan cerita baru. Bahkan sampai saat ini, dari lobang Liang Taung tersebut mengeluarkan air dengan suhu yang mampu mematangkan telur dalam jangka waktu satu jam.

Oleh karenanya, tidak banyak warga nelayan yang berani beraktivitas di lokasi tersebut. Mereka lebih memilih menjauh, terutama warga nelayan penyelam seafood gonggong.

Mengenai cerita ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga sebelumnya juga sempat beberapa kali berencana berkunjung ke lokasi itu untuk menghubungi beberapa pihak di desa, namun hingga saat ini belum ada kelanjutan.