Sampai suatu ketika Dian tersadar bahwa pintu tersebut terkunci dari luar, yang berarti penghuni sedang tidak berada di dalam kamar.
Baca Juga: Gedung Serbaguna Senggarang Hingga Kini Masih Angker dan Seram Terlebih Lagi Pada Malam Hari
Keduanya tercengan dan akhirnya memutuskan untuk menenangkan diri. Di malam harinya, masih di hari yang sama. Dian yang tidak bisa tidur kemudian pindah ke kamar sepupunya, Fina. Di dalam kamarnya, sudah ada Farah yang ikut tidur juga.
Singkat cerita, ketika malam semakin larut, Dian ingin buang air kecil. Kamar mandi yang berada di luar kamar mengharuskan Dian berjalan melewati Lorong yang letaknya seperti huruf L.
Saat hendak berbelok diujung Lorong, betapa terkejutnya ia saat menemukan bahwa suasana indekos tiba-tiba terdapat akar-akar besar. Dian yang terkejut berniat tidak melanjutkan perjalanannya, namun karena sudah kebelet, ia pun melanjutkan perjalanan menuju toilet tanpa menghiraukan suasana lorong yang ditumbuhi akar.
Baca Juga: Darimana Kuntilanak Berasal Serta Bagaimana Cara Menangkalnya?, Simak Penjelasannya
Keterkejutan Dian tidak berakhir disitu, saat memasuki toilet, suasana toilet tiba-tiba berubah seperti toiler jaman dahulu yang masih menggunakan bilik. Dian yang kebelet tidak menghiraukannya dan segera menuntaskan hajatnya.
Saat keluar dari toilet, ia menemukan bahwa suasana kos yang seharusnya malam hari berubah menjadi sore hari. Bukannya terkejut atau takut, justru ia merasa tenang dan bahagia akan suasana tersebut.
Mendengar banyaknya suara-suara orang berinteraksi, ia pun melanjutkan langkahnya untuk melihat keluar ke sekeliling kos. Ternyata, ada pemukiman jaman dahulu beserta para manusia-manusianya juga.

