Ketika para ilmuwan dunia terus berdebat mengenai lokasi pasti benua Atlantis yang hilang, perhatian banyak peneliti internasional kini justru tertuju pada kawasan Asia Tenggara.

Bumi Nusantara menyimpan jejak peradaban purba yang tertimbun rapat di bawah rimbunnya hutan tropis serta kedalaman lautan laut dangkal sejak belasan ribu tahun lalu.

Gagasan mengenai Sundaland sebagai pusat kebudayaan masa lalu yang tenggelam akibat mencairnya es pada akhir Zaman Es kini kembali mendominasi ruang diskusi publik.

Sebuah situs punden berundak di Cianjur Jawa Barat bernama Gunung Padang terus memicu kekaguman sekaligus kontroversi panas di kalangan para ahli arkeologi dari berbagai belahan benua.

Struktur batu raksasa yang tersusun rapi tersebut diduga memiliki usia jauh lebih tua dibandingkan Piramida Giza di Mesir maupun candi kuno di kawasan Amerika Tengah.

Menyusuri Jejak Peradaban yang Hilang

Penelitian menggunakan pemindaian radar menembus tanah mengungkapkan keberadaan beberapa lapisan ruang tersembunyi yang sengaja dibangun oleh tangan manusia pada masa lalu.

Bayangkan betapa tingginya penguasaan teknologi arsitektur serta koordinasi sosial masyarakat purba yang mampu memindahkan puluhan ton batu basaltik menuju puncak bukit yang terjal.

Sebagian peneliti meyakini bahwa masyarakat kuno tersebut telah memiliki sistem pengetahuan yang sangat maju sebelum bencana banjir bandang dahsyat melanda kawasan benua melayu.

Kenaikan permukaan air laut secara mendadak pada belasan milenium silam memaksa para penghuni wilayah datar Sundaland untuk bermigrasi menuju daratan yang lebih tinggi di sekitarnya.