6. Terbentuknya Lempeng Tektonik
Lempeng tipis kerak Bumi mengeras, yang kemudian meringsek ke dalam Bumi, membuat letusan gunung berapi yang hebat.
Namun, ahli geologi masih belum tahu kapan lempeng tektonik ini bergerak. Sebagian besar bukti telah dihancurkan. Hanya beberapa butir mineral kecil yang disebut zicron yang bertahan dari 4,4 miliar tahun yang lalu.
Itu memberi tahu para ilmuwan bahwa batuan seperti benua pertama sudah ada, tetapi bukti untuk lempeng tektonik awal masih kontroversial. Ahli geologi pun masih bertanya-tanya bagaimana bentuk kerak benua.
7. Mampukan Manusia Memprediksi Gempa Bumi?
Model statistik dapat membuatr perkiraan tentang gempa bumi di masa depan, mirip dengan pakar cuaca yang memperingatkan akan datangnya hujan.
Tapi itu tidak bisa membuat kita dapat memprediksi waktu gempa berikutnya akan terjadi. Bahkan, percobaan terbesar gagal pada 12 tahun lalu, ketika ahli geologi memperkirakan gempa di Parkfield, California, pada tahun 1994, dan membuat instrumen untuk mendeteksi gempa lanjutan –gempa yang kemudian terjadi pada 2004.
Salah satu tantangan terbesar adalah bahwa ahli geologi masih tidak mengerti mengapa gempa bumi mulai dan berhenti. Meski demikian, ada kemajuan dalam memprediksi gempa susulan dan gempa bumi buatan manusia, seperti yang terkait dengan sumur injeksi air limbah (pada kegiatan fracking).
Sumber| Dok.| liputan6.com

