HARIANMEMOKEPRI.COM – Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan nasional terus diwujudkan di tingkat daerah.
Kali ini, Polres Lingga mengambil peran strategis dengan terlibat langsung dalam kegiatan Sosialisasi Program Ketahanan Pangan Desa di Gedung Sanggar Praja, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi antara pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, serta para kepala desa se-Kecamatan Singkep terkait arah kebijakan dan implementasi program ketahanan pangan berbasis desa.
Kapolres Lingga, AKBP Dr. P.M. Nababan menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung program pembangunan nasional.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Polres Lingga hadir untuk memastikan program ini berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujar Kapolres Lingga.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Lingga menghadirkan narasumber internal, yakni PS Kasikum Ipda Alexander Maramis serta Paur Subbagdalpers Bag SDM Ipda Andrias Tua Matulessy, memberikan pemaparan dari aspek hukum hingga tata kelola kelembagaan desa.
Ipda Alexander Maramis dalam materinya menyoroti pentingnya pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara profesional dan sesuai regulasi.
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
“BUMDes harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan hukum. Kesalahan dalam tata kelola tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga dapat berujung pada sanksi pidana,” tegasnya.
Sementara itu, Ipda Andrias Tua Matulessy menekankan bahwa program ketahanan pangan desa merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Ipda Andrias juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan.
“Penguatan ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana sistem pengelolaan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan aparatur desa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengelolaan program ketahanan pangan, optimalisasi peran BUMDes, serta pentingnya sinergi lintas sektor.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya preventif Polres Lingga dalam mengawal pembangunan desa agar berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

