HARIANMEMOKEPRI.COM – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dabo Singkep melalui Pasintel Lanal Dabo Singkep Kapten Marinir Budi memberikan klarifikasi terkait dugaan pemukulan terhadap sejumlah remaja di Daik, Kabupaten Lingga.

Klarifikasi disampaikan kepada awak media harianmemokepri.com, Rabu (11/03/26).

Kapten Marinir Budi menjelaskan, tindakan anggota di lapangan bermula dari laporan warga Tanjung Buton, Desa Mepar, yang merasa resah dengan aktivitas sekelompok remaja yang kerap berkumpul hingga larut malam sambil mengonsumsi minuman keras di Taman Tanjung Buton.

Menindaklanjuti laporan itu, anggota Posbinpotmar Tanjung Buton Posal Penuba yang dipimpin Kopka Purnawirawan diperintahkan melakukan pengecekan. Namun pada pemeriksaan awal tidak ditemukan aktivitas minum minuman keras di lokasi.

Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, anggota kembali menerima laporan warga mengenai dua perempuan yang berada di toilet Surau Tanjung Buton dan diduga dalam kondisi mabuk. Anggota kemudian mendatangi lokasi dan mengumpulkan para remaja yang berada di sekitar taman untuk diberikan arahan.

Mereka diminta membubarkan diri serta diingatkan agar tidak berkumpul hingga larut malam, apalagi sambil mengonsumsi minuman keras, terlebih saat bulan suci Ramadan.

Saat itu salah satu perempuan diduga dalam kondisi mabuk berat sehingga belum mampu berdiri. Temannya kemudian menyampaikan bahwa akan ada rekan kerja yang datang menjemput.

Tak lama berselang, beberapa orang yang mengaku rekan kerja perempuan itu datang ke lokasi. Namun kemudian muncul seorang remaja laki-laki yang datang dengan nada marah dan mengaku sebagai saudara kandung perempuan tersebut serta berniat membawanya pulang. Setelah mendapat izin dari anggota, perempuan itu dibawa pergi menggunakan sepeda motor.

Beberapa saat kemudian, teman perempuan itu menyampaikan kepada anggota bahwa yang bersangkutan sebenarnya tidak memiliki saudara di Daik. Mendapat informasi itu, anggota melakukan pencarian untuk memastikan keselamatannya.

Masih di wilayah Kelurahan Daik, anggota kemudian menemukan sekelompok remaja berada di sekitar Kedai Kopi Balang, Kampung Bugis. Warga setempat juga mengaku sempat mendengar suara muntah dari salah satu remaja yang diduga baru saja mengonsumsi minuman beralkohol.

Kapten Marinir Budi membenarkan adanya tindakan pemukulan oleh anggota di lokasi. Ia menyebut tindakan itu berupa tamparan sebagai bentuk peringatan.

“Karena ada remaja yang memberikan keterangan tidak benar kepada anggota serta ditemukan rekannya dalam kondisi mabuk, anggota memberikan tamparan sebagai bentuk peringatan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut,” ujarnya.

Terkait tuntutan keadilan dari pihak keluarga yang mengaku menjadi korban, pihaknya menyatakan tetap membuka ruang komunikasi. Namun ia juga meminta agar dilakukan pengecekan terhadap saksi-saksi di lapangan guna mengetahui kronologi kejadian secara menyeluruh.

“Kami tetap membuka ruang komunikasi. Namun sebelumnya perlu dilakukan kroscek dari saksi-saksi yang berada di lapangan agar sebab dan akibat kejadian dapat diketahui secara utuh,” pungkasnya. (*)