Dari dialog bersama warga, pihaknya juga menemukan bahwa tingginya angka putus sekolah menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak.
“Banyak warga mengakui bahwa ada anak-anak yang putus sekolah kemudian memilih menikah. Karena itu pendidikan menjadi salah satu fokus utama yang harus kita dorong bersama,” katanya.
Ke depan, UPTD PPA Kabupaten Lingga berencana menjadikan kegiatan sosialisasi serupa sebagai program berkelanjutan di berbagai desa dan kelurahan.
Materi yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan di masing-masing wilayah, seperti pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, pola asuh remaja, perlindungan perempuan, hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan akses informasi yang lebih luas. Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan edukasi yang dilakukan juga harus disesuaikan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan, dan perencanaan masa depan anak terus meningkat sehingga angka perkawinan anak di Kampung Baru maupun wilayah lain di Kabupaten Lingga dapat terus ditekan.

