Kunjungan ke beberapa pasar tradisional di Yogyakarta memperlihatkan betapa bahan dasar seperti growol yang berbahan baku singkong kini mulai dilirik oleh para pembuat kue modern sebagai bahan pengganti tepung terigu.
Proses pembuatan masakan berbahan fermentasi ini sejatinya membutuhkan ketelitian ekstra karena perubahan suhu udara sekecil apa pun dapat mengubah hasil akhir rasa makanan yang sedang diendapkan secara drastis.
Koki senior asal Bandung menceritakan bagaimana ia harus merawat ragi warisan keluarganya selama belasan tahun demi menjaga konsistensi aroma serta rasa masakan yang disajikan kepada para pelanggan setianya setiap hari.
Keberhasilan merangkul teknik kuno ini menjadi bukti nyata bahwa kuliner Indonesia memiliki daya hidup yang luar biasa fleksibel dalam mengikuti perkembangan zaman yang terus bergerak sangat cepat.
Menghidupkan Kembali Ekonomi Lokal
Gelombang kepopuleran bahan fermentasi lokal ini secara otomatis memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi para petani serta pengrajin ragi tradisional di berbagai pelosok pedesaan Indonesia.

