Kementerian Kesehatan menjelaskan, selain alasan utama tidak menyadari menyandang katarak, keengganan pasien juga lantaran ketidakmampuan membiayai dan takut operasi. Artinya, edukasi mengenai katarak belum optimal dan harus digalakkan.

Sebagian besar katarak berkembang saat penuaan atau cedera mengubah jaringan yang membentuk lensa mata. Protein dan serat dalam lensa mulai rusak. Hal ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau berawan.

Beberapa kelainan diturunkan dari orangtua menyebabkan masalah kesehatan lain dapat meningkatkan risiko katarak. Katarak juga bisa disebabkan oleh kondisi mata lainnya, seperti riwayat operasi mata, atau kondisi medis seperti diabetes.

Penggunaan obat steroid jangka panjang juga dapat menyebabkan timbulnya katarak.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa gejala katarak:

1. Penglihatan kabur, tidak jelas atau redup.

2. Kesulitan melihat di malam hari.

3. Kepekaan terhadap cahaya dan silau.

4. Kebutuhan akan cahaya yang lebih terang untuk membaca dan aktivitas lainnya.