Dirinya menyebut kondisi di desanya cukup memprihatinkan karena hampir separuh warga dilaporkan terserang malaria.

“Saya baru pulang berobat. Mohon maaf belum bisa memberikan penjelasan lebih banyak karena kondisi badan masih lemah,” kata Nazar Iman.

Di sisi lain, UPTD Puskesmas Pancur membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien malaria yang berasal dari Desa Sekanah.

Mewakili Kepala Puskesmas Pancur, Yuliana mengatakan hingga saat ini lebih dari 30 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas.

Menurutnya, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, di antaranya fogging sebanyak dua kali pada bulan lalu serta penaburan larvasida (abate) di sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria.

Meski demikian, meningkatnya jumlah pasien membuat stok obat malaria di Puskesmas Pancur mengalami kekosongan.

Yuliana mengatakan pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga untuk meminta tambahan obat.

“Kami terus berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan. Namun proses pengadaan dan distribusi obat harus melalui tahapan administrasi yang berlaku,” jelasnya.