HARIANMEMOKEPRI.COM — Salah satu program Pemerintah Provinsi Kepri sebagai solusi untuk menggerakkan perekonomian usai pandemi, adalah dengan kebijakan Program Bantuan Pinjaman Bunga Nol Persen Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Provinsi Kepri. Program ini telah menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Kepri, sebagai cara meningkatkan perekonomian dan membangkitkan kembali UMKM.

Bantuan program yang dimulai sejak tahun 2022 lalu ini, menjadi angin segar dalam upaya perbaikan ekonomi pascapandemi. Dengan bantuan pinjaman bunga nol persen ini, pelaku UMKM dapat kembali meningkatkan usahanya dengan modal yang dipinjamkan dari Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Para penjual hanya mengembalikan sebanyak yang dipinjamkan tidak lebih. Karena bunga pinjamannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Tahun lalu kita bekerjasama dengan BRKS telah menyiapkan Rp 40 miliar untuk masyarakat, atau untuk sekitar 2.000 UMKM. Namun hanya terserap sekitar Rp 19 miliaran. Tahun ini kita lanjutkan lagi, untuk 1.000 pelaku UMKM. Kita minta agar Pemerintah kabupaten dan kota ikut mensosialisasikan ini. Manfaatkan program ini, karena ini sangat membantu pelaku usaha kecil. Bunganya ditanggung pemerintah, masyarakat hanya membayar pinjaman pokoknya saja,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad, di kutip HarianMemoKepri.com melalui rilis Diskominfo Kepri, Sabtu (21/2023).

Baca Juga: AWDI Kepri Audiensi ke KPU, Jalin Sinergitas dan Ajak Tangkal Berita Hoax Seputar Pemilu 2024

Ansar juga meminta agar masyarakat tidak segan untuk bertanya, baik kepada piha BRKS, ke Dinas Koperasi dan UKM atau ke Pemerintah Kabupaten dan Kota lainnya.

“Jika kurang paham jangan disungkan, silahkan masyarakat bertanya, insya Allah dibantu. Dan kita minta Pemerintah di Kabupaten serta Kota ikut menyebarkan informasi ini,” jelas Ansar.

Agar program ini menyebar secara luas kepada masyarakat hingga ke pulau-pulau. Dalam beberapa kesempatan, disetiap melakukan kunjungan kerja, baik ke Natuna, Lingga atau kabupaten dan kota lainya Ansar selalu menyampaikan hal ini kepada masyarakat. Sehingga pelaku usaha kecil yang kesulitan modal bisa mengetahui program tersebut dan kemudian memanfaatkannya.

Anita, salah seorang pelaku UMKM yang telah merasakan manfaat dari Bantuan Pinjaman Bunga Nol Persen ini mengaku bersyukur dengan adanya program ini.

Baca Juga: Polsek Balai Ringkus Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Karimun

“Alhamdulillah, sangat bersyukur sekali, bisa dapat modal usaha lagi untuk usaha kecil saya di rumah,” ujar Anita di Tanjungpinang..

Anita merupakan salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan program pinjaman bunga nol persen ini untuk modal berjualan kelontong atau sembako di rumahnya. Saat masa pandemi lalu warung sembako miliknya sempat tutup karena kehabisan modal dan mengingat suaminya yang hanya seorang tukang ojek juga ikut menampilkan pandemi sehingga pendapatan menurun.

“Alhamdulillah pokoknya bisa jualan lagi meski kecil-kecilan, dan kami hanya berpikir untuk nyicil pinjaman pokoknya saja. Intinya terbantulah,” tegas Anita.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Agusnawarman sebelumnya pernah mengatakan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan program subsidi bunga pinjaman nol persen yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri bersama Bank Riau Kepri Syariah ini.

Baca Juga: Kapolda Kepri Pimpin Sertijab Irwasda serta Kapolres

“Antusiasme masyarakat khususnya pelaku UMKM sangat tinggi.Sehingga sesuai kebijakan pak Gubernur Kepri H Ansar Ahmad kembali melanjutkan program ini di tahun 2023 ini,” ujar Agusnawarman

Agusnawarman berharap ditahun ini akan lebih banyak pelaku UMKM lagi yang memanfaatkan program subsidi bunga pinjaman nol persen dari Pemprov Kepri.

Sementara itu, melihat perkembangan program subsidi bunga pinjaman nol persen kepada pelaku UMKM di Provinsi Kepri saat ini, Pengamat ekonomi yang juga Dosen Ekonomi UMRAH Tanjungpinang Dr Dodi Dermawan,SR,M.Ec mengatakan bahwa pemberian bantuan subsidi bunga pinjaman nol persen kepada pelaku UMKM di Provinsi Kepri ini merupakan hal yang baik dan kebijakan yang aangaat tepat dilakukan pemerintah.

“Apalagi mengingat kondisi Kepri saat ini yang sedang membenahi diri akibat pandemi. Program ini jelas sangat menyentuh masyarakat ,” ujar Dodi.

Bantuan ini, Dodi sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya pelaku UMKM untuk menata kembali dan bangkit meningkatkan produksinya. Namun, lanjut Dodi tidak hanya itu, selain bantuan berupa mengamankan modal atau Bantuan subsidi bunga pinjaman nol persen ini, pemerintah Provinsi Kepri juga wajib membantu pelaku UMKM tersebut dalam menjalankan operasinya.

“Seperti pelatihan dan pembinaan kepada UMKM tersebut agar dapat mengoptimalkan bantuan yang diberikan sehingga dapat dipertanggung jawabkan atau di bayar cicilannya. Jangan sampai program yang baik ini tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM,” kata Dodi