Menurutnya, salah satu masalah utama adalah keterbatasan lapangan pekerjaan dibandingkan jumlah pencari kerja.
Oleh karena itu, penguatan keterampilan (skill) menjadi prioritas yang harus diperhatikan.
Sebagai contoh, kemampuan mengelas. Jika di dalam kelas hanya diajarkan teknik pengelasan biasa, maka di Kepri, yang dikelilingi oleh laut, sebaiknya siswa juga diajarkan teknik pengelasan bawah air.
“Dengan demikian, keterampilan yang dimiliki menjadi lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Margaretha menambahkan bahwa pencapaian keterampilan spesifik memerlukan pencermatan dalam kurikulum sekolah.
Selain itu, jalur pendidikan informal, seperti kursus atau pelatihan tambahan, juga bisa menjadi solusi untuk memperkuat kecocokan antara kebutuhan lapangan kerja dan kemampuan para pencari kerja.
“Langkah ini perlu terus didorong agar terdapat kesesuaian antara peluang kerja yang tersedia dengan kompetensi tenaga kerja,” pungkas Margaretha.

