Untuk semua itu, Gubernur Kepri berpesan agar semua yang harus dipenuhi agar diselesaikan bersama dari saat ini dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antara OPD teknis Pemprov dengan BPPW Kepri.
“Kalau ada dokumen-dokumen yang kurang, mohon diinfo saja, sayang kalau program-program kita gagal karena persoalan administrasi” ujarnya.
Sementara itu Kepala BPPW Kepri Fasri Bachmid menyampaikan secara pribadi optimis program tersebut dapat diakomodir dengan porsi dari APBN walau saat ini belum bisa menyampaikan nominal APBN 2025.
“Sekarang sejauh mana kesiapan grand design kita. saya setuju dengan yang bapak Gubernur sampaikan tadi bahwa kalau alokasinya terbatas maka saya setuju kita selesaikan terhadap akses Pulau itu sendiri jadi nanti saya yang sampaikan langsung hal itu ke pimpinan. Saya akan meminta bahwa akses jalan kita ini diprioritas di luar Balai Adatnya” ungkap Fasri.
Rapat itu juga membahas rencana penataan Kawasan Gurindam 12 lanjutan, khususnya space untuk bangunan Branded yang berlokasi di sebelah Gedung Dekranasda. Pembahasan dipimpin Asisten Ekonomi Pembangunan Luki Zaiman Prawira.

