Prioritas selanjutnya, kata Ansar, adalah penataan Plaza Penyambut yang berlokasi di depan Masjid Raya Sultan Riau (saat ini lokasi panggung balai kelurahan penyengat).
Lokasi tersebut direncanakan akan ditata sebagai upaya optimalisasi ruang terbuka di depan Kelurahan untuk menjadi welcoming area kawasan wisata Pulau Penyengat.
Rencana penataan terdiri dari Plasa Penyambut, Tribun Pengunjung, Pohon Peneduh, Toilet Pengunjung, Toko Souvenir, dan Parkir Bentrik (Becak Motor Listrik).
Menurutnya, saat ini di belakang panggung eksisting, ada lahan yang cukup luas dan akan dihibahkan oleh pemiliknya.
“Maka kita cek bersama-sama, panggung kita mundurkan ke belakang, dan belakangnya yang kosong itu sebagian bisa kita manfaatkan untuk parkir dan charging Bentrik” tambahnya.
Penataan Balai Adat yang menurut Ansar Ahmad menjadi Final Destination para pengunjung di Pulau Penyengat, harus ditata dan dipercantik.
Rencana penataan terdiri dari sungken tribun pengunjung, stage dengan latar belakang Balai Adat, penataan perigi, pohon peneduh, dan bangunan souvenir.

