Ia mengungkapkan, peluang kerja di luar negeri masih sangat besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 4 Juni 2026, tersedia sebanyak 308.779 lowongan pekerjaan di berbagai negara.
Selain itu, kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat.
Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi pekerja migran Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp253 triliun dan meningkat menjadi Rp288 triliun pada tahun 2025.
Mukhtarudin menjelaskan, penandatanganan kesepakatan bersama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Sesuai harapan Bapak Presiden, kita harus mempersiapkan penempatan pekerja migran yang memiliki keterampilan. Alhamdulillah saat ini semakin banyak pekerja migran Indonesia yang memiliki kompetensi formal maupun profesional,” katanya.
Ia menilai Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sehingga berpotensi menjadi salah satu daerah unggulan dalam pengembangan pekerja migran yang kompeten dan terlindungi.

