Meski hukumnya sunah, Rasulullah menganjurkan agar umat Muslim tidak meninggalkan makan sahur, karena di dalamnya terdapat keberkahan. Rasulullah pernah bersabda, ”Sahurlah kalian karena di dalam sahur terdapat berkah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis lain, Nabi Muhammad juga bersabda, “Makan sahur merupakan keberkahan, maka jangan tinggalkan sekalipun hanya meneguk satu tegukan air.” Selain itu, makan sahur dapat membantu proses lancarnya puasa dan menjadi pembeda dari puasa umat terdahulu.

Latar Belakang Turunnya Ayat Al Quran Dari Amr bin Al Ash, Rasulullah bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur.” (HR Muslim) Hadis tersebut menyatakan bahwa makan sahur merupakan salah satu identitas umat Islam, yang membedakan antara puasa umat Nabi Muhammad dengan puasa orang-orang ahlul kitab terdahulu.

Baca Juga: Kisah Mahasiswa Masuk ke Dunia Lain melalui Gerbang yang ada dikosannya Diceritakan oleh Nadia Omara

Syariat puasa memang telah disampaikan kepada ahlul kitab terdahulu, dengan kaifiyat sedikit berbeda. Untuk waktu makan sahur, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Secara umum, makan sahur bisa dilakukan dari tengah malam berakhir hingga mendekati waktu subuh atau saat imsak.